Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Ketika Cinta Tiba


Tak terasa waktu berlalu
Cinta hadir kini tak ku ragu
Awan dan bayu kian beriringan
Bagai merestui kita berikatan
Kata indah dan paduan syair
Menjadi saksi kisah yang terukir
Berawal hidup terasa tawar
Hingga akhirnya ku miliki sang penawar
Cinta tak harus dihiasi bisa
Karena ini kisah bermakna
Kau hadir di ruang sukma
Bak surya terangi angkasa
Andai sudah tiba masa
Walau bersama atau tiada jodoh kita
Ku harap semua bahagia
Kisah kita tetap berjaya

Mama

Hari itu setengah jiwa seolah tiada
Ku berlari menuju sudut persinggahan terakhirnya
Tuhan, Kau ambil dia secepat ini
Sesak menyeruak menghamburkan memori cinta kasihnya
Ku peluk raga yang tiada bernyawa itu
Mama, bangun
Tega sekali
Buka matamu
Sejenak  ku terpaku pada waktu
Teringat ketika air matanya jatuh karena kenakalanku
Nampak bayang rona wajahnya yang begitu sendu
Oh Tuhan
Kini aku tahu betapa berharganya ia
Kini aku tahu setengah jiwaku sirna setelah ia tiada
Sepi, sunyi, hidup terasa sendiri
Tolong sampaikan salamku untuk mama

Aku di Persimpangan Angan

Aku di persimpangan angan
Terhimpit dalam badai bimbang yang semakin bergemuruh
Nurani kini terjebak dalam keputusasaan
Ingin rasanya berontak
Melarikan diri dari ketentuan yang dipilihkan Tuhan
Ingin rasanya berlari
Melawan arus yang ditetapkan takdir
Ingin rasanya meronta
Merubah garis kemalangan yang diemban jiwa
Pikir mengatakan jangan
Hati mengatakan tidak
Tapi
Bukankah aku hanya sebongkah tanah
Yang hidup karena titipan ruh
Bukankah aku hanya segumpal nafsu
Yang dibekali ambisi
Aku di persimpangan angan
Menyusuri garis tangan dalam kepenatan
Menyibak tabir nista dalam kegundahan
Melewati jurang bimbang dalam kelelahan
Ingin rasanya berteriak,
Menantang nasib yang kian menertawakan
Ingin rasanya mencerca
Menempas kekeliruan yang mencabik hati
Tapi
Dimana berkah keteguhan yang Tuhan titipkan
Dimana anugrah kesabaran yang Tuhan tanamkan
Tidakkah jiwa ini terlalu memikirkan jasad
Hal pasti yang tiada abadi
Hal semu yang nyata akan sirna
Tidakkah raga ini terlalu menyombongkan diri?
Angkuh dalam kasih sayang yang Tuhan berikan